dhiniy’s Blog

Ujian Akuntansi Biaya

April 22, 2009 · 1 Comment

Penerapan Metode Activity-Based Costing System dalam menentukan Besarnya Tarif Jasa Rawat Inap

(Studi Pada RSUD Kabupaten Batang)

Sistem akuntansi biaya tradisional sekarang ini banyak memiliki kelemahan, salah satunya adalah memberikan informasi yang terdistorsi karena ketidak-akuratan dalam pembebanan biaya sehingga mengakibatkan kesalahan penentuan biaya, pembuatan keputusan, perencanaan dan pengendalian terhadap suatu produk. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, maka dapat digunakan metode Activity-Based Costing (ABC). Metode ABC memperbaiki keakuratan perhitungan harga pokok produk dengan mengakui bahwa banyak dari biaya overhead tetap bervariasi dalam proporsi untuk berubah selain berdasarkan volume.

Activity-Based Costing merupakan suatu metode penentuan harga pokok yang menelusuri biaya ke aktivitas dulu baru kemudian ke produk untuk menghasilkan perhitungan harga pokok produk yang lebih akurat. Perbedaan utama penghitungan harga pokok produk antara akuntansi biaya tradisional dengan ABC adalah jumlah cost driver (pemicu biaya) yang digunakan. Metode ABC menggunakan cost driver dalam jumlah lebih banyak dibandingkan dalam sistem akuntansi biaya tradisional yang hanya menggunakan satu atau dua cost driver berdasarkan unit.

Syarat Penerapan Sistem Activity-Based Costing:

  1. Perusahaan mempunyai tingkat diversifikasi yang tinggi: memproduksi beberapa macam produk yang diproses dengan menggunakan fasilitas yang sama.
  2. Tingkat persaingan industri yang tinggi: terdapat beberapa perusahaan yang menghasilkan produk yang sama atau sejenis.
  3. Biaya pengukuran yang rendah: biaya yang digunakan sistem ABC untuk menghasilkan informasi biaya yang akurat harus lebih rendah dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh.

Cost driver yaitu suatu kejadian yang menimbulkan biaya dan merupakan faktor yang dapat menerangkan konsumsi biaya overhead. Faktor ini menunjukkan penyebab utama tingkat aktivitas yang menyebabkan biaya dalam aktivitas selanjutnya.

Cost driver dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Cost Driver berdasarkan unit yang membebankan biaya overhead pada produk melalui penggunaan tarif overhead tunggal oleh seluruh departemen.
  2. Cost Driver berdasarkan non unit merupakan Faktor penyebab selain unit yang menjelaskan konsumsi overhead.

Biaya aktivitas dibebankan ke produk berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas produk. Pembebanan biaya overhead dari tiap aktivitas ke setip kamar dihitung dengan rumus sbb:

BOP yang dibebankan = Tarif/unit Cost Driver yang dipilih

Dengan mengetahui BOP yang dibebankan pada masing-masing produk, maka dapat dihitung tarif jasa rawat inap per kamar sbb:

Tarif per Kamar = Cost Rawat Inap + Laba yang diharapkan

Untuk cost rawat inap per kamar diperoleh dari total biaya yang telah dibebankan pada masing-masing produk dibagi dengan jumlah hari pakai.

Perbedaan yang terjadi antara jasa rawat inap dengan menggunakan metode tradisional dan metode ABC disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk. Pada metode akuntansi biaya tradisional biaya overhead pada masing-masing produk hanya dibebankan pada satu cost driver saja. Akibatnya cenderung terjadi distorsi pada pembebanan biaya overhead. Sedangkan pada metode ABC biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada banyak cost driver sehingga dalam metode ABC telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas ke setiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.

jawaban no.1, click here

jawaban no.2, click here

Categories: AKBI

1 response so far ↓

  • Hary // April 22, 2009 at 4:53 am | Reply

    Soal no 1 dan 2 okay, hanya saja untuk no 3 perlu lebih ditekankan pada metodologi dan perbandingkan dengan penelitian sebelumnya yg ada dalam kajian penelitian. Nilai 40 + 40 + 5 = 85

Leave a Comment